Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x
Prof. Dr. dr. James Tangkudung
Guru Besar Olahraga Universitas Negei Jakarta
Prof. Dr. dr. James Tangkudung
Guru Besar Olahraga Universitas Negei Jakarta
Prof. Dr. dr. James Tangkudung
Guru Besar Olahraga Universitas Negei Jakarta

INFO TERBARU

Siap Menjadi 8 Besar di Asian Games 2018

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Asian Games 2018 membuat kalangan akademisi juga ikut bersiap. Dalam Seminar Nasional Keolahragaan yang diselenggarakan mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dimunculkan kemungkinan kemenangan yang bisa diraih melalui cabang olahraga (cabor) tertentu.

Acara dilaksanakan di Gedung Dewi Sartika UNJ, Rabu (9/5/2018). Bertema Spirit Energy for Asian Games 2018 menjadi gerakan literasi olahraga sekaligus mendukung penuh terselenggaranya Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Acara dimeriahkan oleh pencak silat UNJ. Masyarakat Indonesia patut bangga karena ini kali pertama pencak silat sebagai budaya Indonesia yang masuk dalam cabor yang dipertandingkan di Asian Games 2018.

Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan besar Asian Games adalah momen yang langka. Kali terakhir Indonesia menjadi tuan rumah adalah pada 1962. Ini adalah momen yang tepat untuk membangkitkan kejayaan prestasi olahraga Indonesia. Sudah saatnya Indonesia memperbaiki peringkat prestasi di Asia dengan mendongkrak cabor berpotensi emas.

Strategi yang berkaitan dengan esensi kebijakan pemerintah disampaikan Mulyana, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga. Menurutnya, pemerintah mendukung penuh segala upaya, baik regulasi maupun dana.

Optimisme tinggi juga diserukan James Tangkudung. Ia menyatakan, peran akademisi penting sebagai pelaku sport science dalam upaya meraih target.

“Tidak hanya top 10. Indonesia bisa sampai top 8. Angka magic tanggal pelaksanaan menjadi pemacu. Indonesia bisa meraih 18 medali emas sehingga menempati top 8,” kata James.

Top 8 dapat diraih dengan asumsi beberapa cabor unggulan berpotensi emas. Yang termasuk di dalamnya adalah bulu tangkis, pencak silat, wushu, dayung, angkat besi, jet sky, panjat tebing, bridge, taekwondo, panahan, dan paralayang dengan estimasi 16-18 medali emas.

Itu sangat mungkin dicapai jika melihat hasil Asian Games 2014 di Korea. Saat itu Qatar menempati urutan 10 dengan perolehan 10 medali emas dan Indonesia berada di urutan 17 dengan perolehan 4 medali emas.

Pemateri terakhir adalah Tomy, perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta yang memaparkan kesiapan Pemda DKI Jakarta sebagai pengelola venue perhelatan Asian Games 2018. Jakarta sudah siap memfasilitasi dalam upaya mencapai empat sukses, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi, dan sukses administrasi.

Aridhotul Haqiyah
Mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Jasmani
Universitas Negeri Jakarta

 
Sumber:
©2019 James Tangkudung. All Rights Reserved. Designed By RF.

Search